Puisi: “Tersendat”

Tiba-tiba saja, waktu tersendat, membuncah semua penat.

Ada yang tidak ingin pergi, kepada besok atau masa lalu.

Ada yang tertahan disini, seumpama burung yang telah menemukan sangkar.

Hanya sesekali pergi jauh, lalu pulang membawa semua,


Untuk rumah, untuk tetangga, dan untuk masa depan.


Tidak ingin kemana-mana lagi.

Langit enggan menjadi kelabu, matahari terlalu tua untuk segera tenggelam.


Sementara kita?,


bertemu di antara ribuan kenangan yang berlalu, diam didetik yang kita tahan untuk melaju.


Waktu tersendat,

kita terjerat,

semakin merapat.


 

*)Kristina Kurniati

Comments: 0

Your email address will not be published. Required fields are marked with *