Puisi : Kepada “Rindu”

Kepada rindu ditepi malam, boleh kuberlaga sedikit tentangmu?, agar rinduku, tidak menjadi asing bagimu.

Kupinjam kau disaat malam menjelang, untukku kenang dan kurindu.


Maaf, hanya bayangmu,

yang bisa kusentuh dalam ingatan,


bayang itu, kian nyata, dan semakin nyata.

Kau! gerakmu dan segala tentangmu, terukir sempurna dalam ingatanku, ibarat secangkir kopi yang selalu menghangatkan sepiku.

Kau! walau tak bisa kusentuh,
dan kau!, kudefinisikan adalah rindu yg semu.
Dan harapku kali ini, rinduku tak sekedar harap,


tapi jadi arah dan nyata,

yaitu kamu.


Bahwa rinduku juga rindumu, walau hanya sampai dibatas diam, dan
dinikmati dalam hening yg sama.

Walau kita sematkan rindu dalam diam yang sama, tidak akan ada lagi Jeda, dalam rindu kita, bila kita tak saling bungkam.


Terima kasih,

salam rindu.


 

*)Irna Nggorang

Comments: 1

Your email address will not be published. Required fields are marked with *