Narasi Singkat “Tabiat Sang Kancil”

Oleh : Vincent Ngara

Siapa yang tak pernah mendengar cerita dongeng sang Kancil yang bijak?.Yang pasti bagi anak–anak usia belia cerita dongeng tersebut bukanlah sesuatu yang langka.

Cerita yang sarat dengan nilai – nilai kemanusiaan seakan menjawab semua problematika kehidupan. Skenario cerita di tata sedemikian rupa, selayaknya dapat dimengerti dan dipahami oleh anak – anak. Bahkan telah ada stasiun televisi yang secara teatrikal memvisualisasikan cerita dongeng tersebut. Tak dipungkiri, begitu banyak makna yang sejalan dan terkandung didalamnya.

Alur cerita disinyalir secara gamblang menyindir realita perilaku manusia yang secara kasat mata sering terjadi dalam kehidupan sehari–hari.

Kita sebagai insan manusia sering terjebak dalam persepsi yang mengedepankan egoisme, iri hati, dan dengki. Kita sering di pertemukan dalam kondisi kehidupan dengan kontroversi yang tak berujung pangkal. Apa daya hati nurani bertahan terhadap tusukan pedang bermata dua.

Sang Kancil sebagai bintang utama cerita, hadir dengan kata–kata kiasan bernilai emas yang hakikatnya memporak–porandakan benteng tirani yang kokoh dengan segala aneka ragam chaos.

Sang kancil tak butuh apresiasi dan eforia berlebihan, sang kancil hanya ingin tetap mengkumandangkan pesan moral dan berharap ekspektasi terhadap hukum cinta kasih menyatu dalam sanubari.

Mata rantai iri hati, dengki, dan saling mencela satu sama lain harus segera diputuskan. Atribut Pesan damai tak bermakna apabila setiap insan hanya sekedar berargumentasi di balik layar.

Sang kancil tidak pernah menghakimi sahabatnya walaupun pada kenyataan sang sahabat suka memainkan peran layaknya Yudas Iskariot. Lebih dari pada itu sang kancil menjadi penebar virus  cinta damai dan akan tetap seperti itu, paling tidak menggenapi akhir dari cerita manis sang Kancil yang bijak.

Siapakah yang ingin menjadi sang Kancil? Pertanyaan tersebut akan tetap terjawab apabila tabiat orang farisi ditanggalkan.

 

*)Penulis Tinggal di Ruteng, Kabupaten Manggarai

 

Comments: 0

Your email address will not be published. Required fields are marked with *