Dana Rehab GOR Flobamora Rp 5,5 M Tapi Sudah Bocor, Komisi V DPRD NTT Panggil Dispora

MHN – Komisi B DPRD NTT menyayangkan kondisi GOR Flobamora yang baru direhabilitasi namun sudah bocor. Padahal alokasi anggaran untuk rehab itu sebesar Rp 5,5 Miliar (M).

Hal ini disampaikan Ketua Komisi V DPRD NTT, Jimmi Sianto pada acara rapat dengan Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) NTT. Rapat ini berlangsung di ruang rapat Komisi V DPRD NTT, Selasa (8/1/2019).

Rapat ini dipimpin langsung Jimmi Sianto dihadiri Wakil Ketua, M.Ansor dan dihadiri anggota , Yohanes Rumat dan Winston Neil Rondo.

Dari Dispora NTT ,hadir Sekretaris Dispora, Lambertus Ara Tukan dan pejabat lainnya.

Menurut Jimmi, dengan kondisi GOR Flobamora harus diperhatikan oleh dinas dan jangan tetap pada mental lama.

“Gedung itu memang selama ini bocor, kemudian lantai tidak bagus, dinding juga tidak bagus. Padahal dana rehab Rp 5,5 M . Jangan sampai ini ibarat disulap,” kata Jimmi.

Dikatakan, uang yang dialokasikan cukup besar, karena itu perlu diperhatikan, sehingga jangan sampai ada anggapan bahwa rehab itu menggunakan ilmu make up.

“Ilmu make up itu kita lihat di luar bagus tapi di dalamnya ada keropos. Begitu air hujan kena maka air merembes ,” katanya.

Sedangkan GOR Futsal, Jimmi mengatakan, ada alokasi anggaran beberapa kali mulai dari Rp 2.5 M, alokasi kedua Rp 1 miliar dan terakhir Rp 1 miliar.

“Saya foto gedung GOR Futsal ini dan posting di group banyak komentar ada yang bilang itu Gudang Bulog dijadikan lapangan Futsal,” ujarnya.

Sekretaris Dispora NTT, Lambertus Ara Tukan mengatakan, GOR Flobamora saat ini masa dalam masa pemeliharaan . Masa pemeliharaan itu selama 6 bulan.

“Karena itu saat ini masih dalam masa pemeliharaan. Tentu kita minta pihak ketiga untuk memperbaiki,” kata Lambertus.

Winston Rondo saat itu meminta agar ada batas waktu penyelesaian GOR Flobamora dan GOR Futsal.

“Saat ini musim hujan jadi perlu diperhatikan dan kita berterima kasih karena Dispora siap memperbaiki kerusakan yang terjadi,” kata Winston.

Yohanes Rumat anggota Komisi V DPRD NTT mengatakan, setiap kali rapat dengan Dispora NTT selalu ada yang tidak baik dan tidak didengar.

“Karena itu saya minta agar jaksa dan polisi untuk lakukan penyelidikan pembangunan gedung itu,” kata Rumat. (POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru)

Comments: 0

Your email address will not be published. Required fields are marked with *