Bawaslu Raih Penghargaan Sebagai Badan Publik Kategori Informatif Tahun 2018

Melanesiahotnews, Jakarta – Badan Pengawas Pemilu (BAWASLU) Republik Indonesia menerima penghargaan kategori keterbukaan informasi badan publik tahun 2018 sebagai salah satu badan publik yang taat akan keterbukaan informasi kepada publik.

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) melangsungkan serah terima penghargaan kepada Ketua Bawaslu RI Abhan di Istana Wakil Presiden, Jalan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (5/11/2018).

Dilansir dari website www.wapresri.go.id, Wapres JK menyampaikan bahwa dalam kurun waktu 20 tahun setelah reformasi, Indonesia banyak sekali mengalami perubahan yang mendasar. Perubahan itu diantaranya : pertama, sistem negara yang sebelumnya kurang demokrasi, bahkan sedikit otoriter, menjadi demokrasi terbuka; kedua, sistem pemerintahan dari sentralistik menjadi otonomi; dan yang ketiga, pers dikontrol menjadi pers yang sangat bebas.

“Tiga hal itulah yang mewajibkan kita hanya bisa berjalan, apabila sistem informasi kita terbuka kepada publik. Juga pada saat yang sama teknologi makin baik, teknologi informasi semakin mudah dan semakin gampang diakses. Sehingga tidak ada yang bisa tersembunyi, semua dapat ditransfer secara digital sehingga apa yang dilakukan dan apa yang tidak dilakukan, itu mudah diketahui oleh masyarakat,”ujar Wapres.

Lebih lanjut Wapres memaparkan mengapa kita membutuhkan informasi yang baik. pertama, kata Wapres, bahwa sistem negara demokrasi membutuhkan akuntabilitas.

“Tanpa akuntabilitas kita tidak bisa menjalankan demokrasi yang baik dan juga dan juga sistem pemerintahan yang otonomi seperti ini,”terangnya.

Yang kedua, terang Wapres, untuk memudahkan kita mengadakan pengawasan. Karena, menurutnya, suatu keterbukaan tanpa adanya pengawasan juga sulit.

Soal pengawasan, Wapres memyebutkan bahwa Indonesia termasuk negara yang memiliki lembaga pengawas terbanyak, ada inspektorat jenderal kementerian, inspektorat daerah, KPK, Polisi, Jaksa, Bawaslu, dan BPKP serta BPK.

“Semua memeriksa saudara-saudara. Jadi kalau soal periksa memeriksa kita jagonya. Walaupun kita juga merasakan bahwa begitu banyak pemeriksaan di negeri ini, tetap saja timbul masalah-masalah. Jadi sering orang merasakan yang kena itu hanya kecelakaan. Jadi ini memang perlu keterbukaan supaya pengawasan itu makin mudah kepada kita,”terangnya.

Mengakhiri sambutannya, Wapres menekankan pentingnya badan publik harus menyampaikan informasi yang benar kepada publik, karena keterbukaan akan menimbulkan kepercayaan, dan kepercayaan menimbulkan partisipasi masyarakat.

“Tanpa partisipasi masyarakat, sulit untuk menjalankan lembaga dengan baik,”tutup Wapres.

Sebelumnya Ketua Komisi Informasi Pusat (KIP) Gede Narayana melaporkan bahwa KIP sebagai lembaga mandiri yang dibentuk berdasarkan UU No.14 Tahun 2008, melakukan monitoring dan evaluasi terhadap keterbukaan informasi publik melalui penyebaran kuesioner kepada 460 badan publik dari tanggal 1 hingga 2 Agustus 2018, dengan merujuk pada 4 (empat) indikator diantaranya pengembangan website; pengumuman informasi publik; pelayanan informasi publik; dan penyediaan informasi publik.

Dalam laporannya, Gede juga menyampaikan bahwa penilaian dilakukan melalui metode Self Assessment Questionnaire (SAQ), dan diperoleh 289 badan publik atau 62,83% yang telah mengembalikan kuesioner kepada KIP.

Diantara 289 badan publik yang telah mengembalikan kuesioner, terpilihlah 15 badan publik dengan kategori informatif sesuai semangat UU No.14 Tahun 2008.

Dari 15 badan publik yang terpilih, Bawaslu mendapatkan peringkat ketiga tertinggi yaitu informatif dengan nilai 90,66. Nilai informatif berdasarkan kategori badan publik lembaga non struktural kualifikasi informatif.

Dari akun twitter pribadinya, Anggota Bawaslu RI, Mochammad Affifudin menyampaikan ucapan syukur atas terpilihnya Bawaslu sebagai salah satu badan publik yang dengan kategori tertinggi keterbukaan informasi kepada publik.

“Alhamdulillah, Bawaslu terpilih menjadi salah satu lembaga kategori tertinggi terkait keterbukaan informasi publik, informatif”. (VN)

Comments: 0

Your email address will not be published. Required fields are marked with *