Bupati Deno : Rumah “Wunut” Diperuntukkan Bagi Kaum Muda

Melanesiahotnews, Ruteng – Barisan kaum muda Manggarai mengadakan kegiatan mengkampanyekan pemberdayaan aset bersejarah orang Manggarai yakni rumah “wunut” di Kelurahan Watu, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, Sabtu sore (17/11/2018).

Tujuan diadakan kegiatan itu, untuk mengajak semua pihak melihat kembali rumah wunut yang sebelumnya terbengkalai, untuk kembali ditata, dikelola, dan dimaksimalkan keberadaan aset bersejarah itu, menjadi wadah bagi kaum muda untuk berwirausaha, berekspresi, berkreatifitas dan pengembangan potensi diri.

Ditengah kesibukannya menjalankan roda pemerintahan, Bupati Manggarai Deno Kamelus, SH,MH menyempatkan diri untuk hadir, dan memberikan wejangan singkat kepada kaum muda yang hadir di rumah wunut.

Bupati Manggarai, Deno Kamelus, SH, Mh (Foto : www.melanesiahotnews.com)

Dalam kesempatan itu, Bupati Deno menjelaskan bahwa banyak gagasan atau ide yang berkembang ketika kaum muda berkumpul, salah satunya terkait pemberdayaan rumah wunut.

“Kegiatan hari ini, menjadi sejarah bagi kaum muda mulai menciptakan sesuatu dan melakukan apa yang mereka inginkan di tempat ini (rumah wunut). Tempai ini dirancang, untuk kegiatan antara lain yang kalian buat hari ini, hanya memang tadi saya kaget disini, lampu belum ada, kemudian banyak hal yang juga kurang disini, tapi saya berpikir hari ini kita mulai, kalau hal-hal lain, kedepan akan kita benahi bersama-sama, termasuk penerangan dan pemanfaatan tempat ini, silahkan mengekpresikan apa yang kalian suka” papar Bupati Deno.

“Mari dalam kebersamaan, kita kemudian menggagas hal-hal positif lainnya, tentu pada ujungnya, bagaimana kita membebaskan diri dari hal-hal yang buruk. Saya tahu saudara-saudara punya banyak gagasan, punya banyak pikiran-pikiran positif, punya banyak keinginan untuk berbuat yang terbaik bagi diri sendiri, masyarakat, bangsa dan negara. Oleh karena itu, kalau pada sore hari ini saya datang kesini, Saya hanya mau mengatakan bahwa saudara tidak sendiri kedepan, ada Bupati juga” lanjut Bupati Deno.

“Sudah cukup lama, saya mau supaya kawasan ini (rumah wunut) jadi tempat kuliner. Kalau sudah ada kuliner, pasti tempat ini akan “hidup”, silahkan kalian mengisi acara apa saja disini, tentu nanti tempatnya akan kita sesuaikan, apa yang dibutuhkan dengan apa yang kita rencanakan kedepan. Sedangkan hal-hal lain dalam rangka mendukung apa yang kalian mau, kita sama-sama duduk. Tadi saya sudah bicara dengan Pak Kadis Pariwisata, jadikan tempat ini sebagai destinasi” tutup Bupati Deno.

Ketika diwawancarai oleh awak media, terkait anggaran untuk perawatan dan pengelolaan aset daerah, Bupati Deno menjelaskan bahwa hal itu akan dibahas lebih lanjut.

“Untuk anggarannya nanti sambil berjalan, ini kan sebenarnya proyek provinsi, konsepnya adalah ruang terbuka untuk publik, maka kemudian kita bongkar pagarnya, sekarang menjadi terbuka untuk umum, lalu untuk apa?, sekarang misalnya adik-adik kaum muda ini, minta isi supaya ada live music, ok, itu salah satu wujud dari ruang terbuka untuk publik, kemudian kita menggagas lagi, tetapi kita diskusi dulu dengan stakeholders, supaya ditempat ini kita buka juga untuk kuliner” tandas Bupati Deno.

Lebih lanjut, Bupati Manggarai ini pun menjelaskan bahwa, rumah wunut untuk saat ini, pengelolaan aset masih di Bagian Umum dan akan dimaksimalkan sebagai lahan bisnis untuk meniadakan sentimen negatif terkait Ruteng sebagai kota “mati”.

“Untuk sementara, aset punya bagian umum, tetapi saya pikir ketika kita konsepkan ini menjadi salah satu destinasi dalam rangka kepariwisataan, ya nanti kita serahkan saja ke Dinas Pariwisata Kabupaten untuk dikelola. Saya pikir, sudah banyak bisnis yang mulai menggeliat di Ruteng, seperti kita lihat di ruko Pemda, ada juga Bandung Utama Group yang buka 24 jam, semuanya sambil berjalan, sambil dibenahi. Dan untuk kuliner, kalau adik-adik kaum muda punya konsep untuk jualan disini, why not!, silahkan” tambah mantan Wakil Bupati Manggarai dua periode tersebut.

Terpisah, pencetus kegiatan ini yakni Tedy Nahas dalam sambutan singkatnya mengajak semua kaum muda Manggarai untuk berpartisipasi dalam pemberdayaan rumah wunut.

“Mulai hari ini, 3 kata, kita bukan sayamerupakan istilah untuk kita, supaya kita bisa bersama, tidak menonjolkan diri kita masing-masing” papar Tedy.

Lebih lanjut, Tedy menyampaikan bahwa telah dibuat akun Facebook khusus untuk bisa saling sharing terkait berbagai kegiatan yang akan diadakan di rumah wunut.

“Teman-teman diri tim IT, sudah membuat akun Facebook kita bukan saya untuk teman-teman add, nanti di akun itu, kita bisa saling sharing terkait berbagai kegiatan di rumah wunut” lanjut Tedy.

Hadir juga dalam kegiatan ini, Kadis Pariwisata Kabupaten Manggarai Mensi Do, Manggarai Motor Club (MMC), Para Anggota Tarung Drajat Kabupaten Manggarai, dan Komunitas lainnya.

 

Penulis : Vincent Ngara

 

Comments: 0

Your email address will not be published. Required fields are marked with *