Terlena Kekayaan Melimpah, Bangsa Indonesia Lupa Berjuang

Melanesiahotnews.com – Ibarat anak yang terbiasa dimanja dengan harta keluarganya yang melimpah, begitu hartanya habis atau orangtuanya meninggal, mereka tidak bisa menghasilkan apa-apa.

Ini ironi untuk bangsa Indonesia!

Sejak zaman dahulu kita selalu hidup dengan kepercayaan kalau Indonesia punya kekayaan alam yang melimpah ruah. Dari ajaran leluhur di Jawa yang menyebut bumi pertiwi ini ‘gemah ripah loh jinawi‘, sampai gambaran ideal negara agraris yang dipenuhi hamparan sawah hijau, kebanyakan orang Indonesia pasti mengaku bangga dengan bangsa ini.

Tapi, sadarkah bangsa Indonesia bahwa ungkapan atau kepercayaan bahwa bangsa Indonesia kaya akan sumber daya alam itu seperti sebuah mantra atau bahkan hanya mitos yang paradoks?

Bisa jadi saat ini ungkapan atau kepercayaan itu sudah tidak relevan lagi di saat ini. Entahlah mungkin sudah habis, atau malah sudah dikuasai orang lain.

“Udah kaya ngapain belajar?”

Terlena dengan kekayaan, terpincut dengan limpah ruahnya sumber daya alam kita lupa mengembangkan sumber daya manusia.

Ironi kembali, tak pelak zaman terus menggerogoti, terpaksa minta bantuan asing, pilihannya mungkin menarik investor atau utang dalam jumlah besar, misal buat membangun pabrik pengelolaan SDA, dll. Sedangkan orang-orang Indonesia? Kebanyakan malah “dipekerjakan” di tanah sendiri, mengelola SDA dari negara sendiri.

Dan ingatlah bangsa Indonesia lagi-lagi jangan terlena. Negara yang kaya akan sumber daya alam rawan konflik sipil, perebutan kekuasaan, korupsi.

Penduduk yang hidup di negara kaya, kemungkinan rebutan SDA itu jauh lebih besar dibanding negara yang biasa-biasa aja. Awalnya konflik kekuasaan, lalu akhirnya merembet ke konflik bersenjata. Hasil penjualan SDA bukannya dipakai buat meningkatkan kualitas SDM tapi malah buat mendukung kepentingan konflik dan politik tertentu.

Mungkin bangsa Indonesia  harus berkaca dan belajar layaknya negara Jepang dan Korea Selatan, yang dari dulu malah percaya kalau SDM mereka itu kurang berkualitas. Tapi faktanya keduanya malah jadi negara terdepan dalam teknologi. Ini adalah buah dari pikiran yang tidak puas dan selalu mau belajar serta berinovasi. (CBN)

Sumber: Hipwee

Comments: 0

Your email address will not be published. Required fields are marked with *