Hati-hati, Ternyata Membagi Video Seks ke Orang Lain Termasuk Cyberbullying Loh!

MHN – Hubungan seksual merupakan aktivitas yang sangat intim bagi seseorang. Orang yang nggak memiliki kelainan seksual seperti eksibisionis tentu ingin urusan ranjangnya nggak diketahui oleh orang lain. Namun apa jadinya ketika video seks atau sex tape seseorang bocor lalu tersebar di internet?

Di lansir dari popbela.com , isu video seks yang bocor bukanlah hal yang baru baik di dalam atau di luar negeri. Baru-baru ini, video dewasa yang diduga milik Marion Jola, salah satu finalis Indonesian Idol, menjadi perbincangan hangat. Beberapa waktu lalu, video dewasa amatir milik seorang karyawati juga tersebar di internet. Kasus video seks memang nggak pernah pandang bulu. Baik dari kalangan biasa, artis bahkan orang-orang yang menduduki kursi pemerintahan, tua atau muda, kehebohan yang diciptakan selalu sama dan berakhir pada cyberbullying.

Menurut Dictionary.com, cyberbullying artinya “the act of harassing someone online by sending or posting mean messages, usually anonymously.” Berdasarkan arti tersebut, maka nggak salah jika selama ini kita menganggap cyberbullying seperti memberikan komentar jahat lewat media sosial, membuat meme menghina menggunakan foto seseorang, menyebar rumor lewat email atau foto dan video memalukan. Sudah banyak orang menggalakkan kampanye bijak menggunakan media sosial dan melarang menulis komentar menghina, namun belum banyak yang bersikap sama ketika membahas tentang video seks yang bocor.

Zambia Information & Communications Technology Authority (ZICTA) menyampaikan melalui akun Twitter-nya jika menyebarkan foto atau video dewasa seseorang nggak hanya tindakan kriminal tapi juga sama saja dengan tindakan bullying. Nggak hanya depresi, korban cyberbullying juga memiliki kecenderungan untuk melakukan bunuh diri, seperti yang telah diungkapkan dalam beberapa studi.

Melansir dari Medical News Today, sebuah analisis baru yang dimuat di JAMA Pediatrics mengungkapkan bahwa dampak cyberbullying sangat besar, bahkan lebih besar dari bullying biasa. “Dilihat dari potensinya, dampak cyberbullying lebih parah karena audiens yang bisa dijangkau lebih luas melalui internet dan tersimpan secara online, yang menghasilkan si korban mengingat kembali pengalaman kelam tersebut lebih sering.

Memerangi cyberbullying juga membutuhkan tindakan bersama dari masyarakat, tapi bukan berarti kita nggak bisa berpartisipasi lho, kastraners. Apa yang seseorang lakukan di masa lalu memang berada di luar kendali kita. Namun ketika kita mengetahui atau menerima konten seperti video dewasa tentang seseorang, cara paling sederhana yang bisa kita lakukan adalah nggak menonton dan membagikan video tersebut ke orang lain. Seenggaknya, kita nggak berkontribusi untuk menjadi mata rantai yang menyambungkan informasi tersebut kepada orang lain sehingga jangkauan audiensnya lebih luas.(MHN/Clara)

Comments: 0

Your email address will not be published. Required fields are marked with *