Aksi Vandalisme Menghiasi Wajah Kota Ruteng

Melanesiahotnews, Ruteng – Aksi vandalisme kembali menghiasi wajah indah kota Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur.

Beberapa spot yang menjadi ciri khas budaya dan wisata Kabupaten Manggarai bahkan dijadikan sasaran empuk para pelaku vandalisme.

Aksi mencoret-coret fasilitas publik yang dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab ini, memicu reaksi dari sejumlah pemerhati tata kota.

Aksi Vandalisme di area Rumah Wunut, Kel. Watu, Kec. Langke Rembong, Ruteng (Foto : Akun Facebook Om Valen)

Sejumlah netizen pun mengomentari postingan dari akun Facebook “Om Valen” terkait aksi vandalisme di kota Ruteng.

Dalam postingannya itu, Om Valen menulis bahwa aksi vandalisme adalah aksi yang mencerminkan miskin kreativitas.

“Tak ada yang bisa menjelaskan secara logis alasan mengapa ada orang yang bisa “mengotori” sarana publik dengan sesuka hati. Saya terenyuh menyaksikan banyak fasilitas publik yang diobrak-abrik dengan coretan tanpa makna dan kata-kata tak senonoh. Sarana kebanggan publik itupun jauh dari unsur estetika. Romol dan kotor”Cetus Om Valen.

“Saya menganggap yang melakukannya sebagai seniman tanggung, yang hanya bisa menceritakan kegundahan dan kegetiran hidupnya pada sarana umum bukan pada medium yang semestinya. Bahkan ada yang menulis namanya sendiri, nama gadis pujaan yang mungkin cintanya ditolak. Selain itu, yang paling konyol ada yang menulis surat cinta dengan harapan kekasih pujaannya dapat menulis balasan cintanya pada dinding tersebut di lain waktu”lanjutnya lagi.

Om Valen pun menulis bahwa para pelukis dinding (Grafiti) dadakan, dianggap dengan sengaja merusak keindahan kota.

“Sebagai sesama pelukis dinding (grafiti), saya merasa bahwa yang dilakukan oleh seniman tanggung ini adalah bentuk aktualisasi diri (istilah Abraham Maslow) yang salah kaprah (sasaran). Seni yang tidak mencerminkan keindahan. Seni yang destruktif, bukan sebagai penunjuk jalan untuk menemukan kebenaran yang sejati”Papar Om Valen.

“Seni haruslah dinikmati, bukan sebagai moment menunjukkan kedangkalan cara berekspresi. Ini memalukan. Karena itu, aksi vandalisme ini haruslah dihentikan kalau tidak mau dianggap sebagai sebuah aksi yang mencerminkan minimnya kreativitas (orang muda)”tambah Om Valen.

Akun Facebook Vem Nagel pun mengomentari postingan Om Valen.

“Inilah taradisi dari dulu anak remaja kota ruteng om, dari dulu begini terus. Kalau ada tembok atau gedung pasti ditulis dan dipiloksnya dengan berbagai kata-kata dan kalimat yg tidak bagus. Sebenarnya pemerintah harus memperhatikan ini,memang ini masala sepele tapi kalau terus menerus dibiarkan dan tidak di awasi maka kenakalan remaja makin menjadi jadi”

Sedangkan akun Facebook Krispinus Mus memberikan solusi untuk mengetahui para pelaku vandalisme.

“Solusinya cctv ja kraeng…gmpang da cari oknumnya”.

 

Penulis : VN

 

 

 

Comments: 0

Your email address will not be published. Required fields are marked with *